Minggu, 07 Mei 2017

Laporan Sosialisasi Keselamatan Berkendara di SMAN 5 Kota Tegal


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan serius yang harus segera ditindaklanjuti. Indonesia merupakan salah  satu  negara dengan  tingkat kecelakaan lalu lintas cukup tinggi di dunia.  Menurut Ditjen Perhubungan Darat, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian  nomer 3 di Indonesia setelah penyakit serangan jantung dan stroke. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  meramalkan bahwa tahun 2030 kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh manusia ke-5 di dunia (Media Indonesia 2011). Kecelakaan lalu lintas sendiri, ironisnya melibatkan pelajar yang artinya adalah faktor psikologis pelajar saat ini kurang baik dalam mengendarai kendaraan maupun mentaati peraturan lalu lintas. Bahkan rata-rata dari mereka belum memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi).
Kota Tegal merupakasan salah satu kota besar di provinsi Jawa Tengah.  Kecelakaan lalu lintas di daerah ini cukup tinggi yang dikarenakan di kota ini dilewati jalan pantura. Jalan Pantura sendiri merupakan jalan antar kota yang menghubungkan Kota Tegal dengan Kota Brebes. Jalan antarkota adalah jalan yang menghubungkan simpul-simpul jasa distribusi (Direktorat Bina Marga, 1997). Oleh karena itu volume lalu lintas di jalan tersebut  tinggi. Jenis jalan Pantura  yang ditinjau dari fungsi merupakan jalan Arteri Primer dimana Jalan tersebut  melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien, (Direktorat Bina Marga, 1997).  Sebagai jalan arteri primer yang seharusnya jumlah jalan masuknya dibatasi, namun pada kenyataannya di jalan  ini jumlah jalan masuk tidak dibatasi, sehingga dapat diprediksikan banyak terdapat potensi kecelakaan.
SMA Negeri 5 Kota Tegal terletak di dekat jalan Pantura Kota Tegal yang merupakan salah satu sekolah menengah  Atas favorit di Kota Tegal, sehingga jumlah siswanya cukup tinggi. Disamping itu karakteristik pengendara usia muda lebih cenderung emosinoal serta pengalaman berkendaranya masih minim. Situasi seperti itu berdampak pada tidak terjaminnya keselamatan perjalanan siswa ke sekolah. Dalam upaya menekan angka kecelakaan  lalu lintas khususnya keselamatan siswa sekolah untuk itu perlu dilakukan suatu sosialisasi akan pentingnya keselamatan berkendara. Aksi keselamatan berkendara yang dapat dilakukan adalah dengan dilakukannya sosialisasi yang diberikan kepada pelajar SMAN 5 Kota Tegal dengan tujuan untuk menanamkan  nilai pentingnya keselamatan berlalulintas sebagai solusi mencegah kecelakaan lalu lintas sejak dini. Yang harapanya nanti bisa memberikan pemahaman mendasar terhadap pentingnya tertib lalu lintas bagi siswa SMAN 5 Kota Tegal dan mereka pun mampu menularkannya kepada masyarakat sekitar.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan  latar belakang yang telah dijabarkan diatas, maka rumusan masalanya adalah bagaimana Peranan Sosialisasi Keselamatan Berkendara dalam meningkatkan ketertiban pengemudi sepeda motor dikalangan pelajar di SMAN 5 Kota Tegal?


C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk menanamkan perilaku keselamatan berkendara bagi pelajar di SMAN 5 Kota Tegal.

D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk :
1.    Memberikan pengetahuan mengenai pentingnya keselamatan berkendara bagi siswa SMAN 5 Kota Tegal.
2.    Sebagai pelatihan maupun pengaplikasian mata kuliah Media Komunikasi Publik yang dilakukan Taruna PKTJ dalam hal penyampaian proses komunikasi kepada khalayak.


















BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Sosialisasi
1.    Definisi Sosialisasi
Menurut Edward A. Ross (1969) berpendapat bahwa Sosialisasi adalah pertumbuhan perasaan kita, dan perasaan ini akan menimbulkan tindakan segolongan. Dikatakan, banyak macam perasaan ini ditimbulkan, dan tipis tebalnya perasaan ini tergantung pada macam golongan yang mendatangkan pengaruh itu. Sosialisasi adalah proses belajar yang dilakukan oleh seseorang (individu) untuk berbuat atau bertingkah laku berdasarkan patokan yang terdapat dan diakui dalam masyarakat. Dalam proses belajar atau penyesuaian diri itu seseorang kemudian mengadopsi kebiasaan, sikap, dan ide-ide dari orang lain, kemudian seseorang mempercayai dan mengakui sebagai milik pribadinya.
Jika sosialisasi dipandang dari sudut masyarakat, maka sosialisasi dimaksudkan sebagai usaha memasukkan nilai-nilai kebudayaan terhadap individu sehingga individu tersebut menjadi bagian dari masyarakat. Menurut pendapat Soejono Dirdjosisworo (1985), bahwa sosialisasi mengandung tiga pengertian, yaitu :
a.       Proses Sosialisasi adalah proses belajar, yaitu suatu proses akomodasi dengan mana individu menahan, mengubah impuis-impuis dalam dirinya dan mengambil alih cara hidup atau kebudayaan masyarakatnya.
b.      Dalam proses Sosialisasi itu individu mempelajari kebiasaan, sikap, ide-ide, pola-pola nilai dan tingkah laku, dan ukuran kepatuhan tingkah laku di dalam masyarakat di mana ia hidup.
c.       Semua sifat dan kecakapan yang dipelajari dalam proses sosialisasi itu disusun dan dikembangkan sebagai suatu kesatuan system dalam diri pribadinya.
Sosialisasi dapat terjadi secara langsung bertatap muka dalam pergaulan sehari-hari, dapat juga terjadi secara tidak langsung. Seperti melalui telepon, surat atau melalui media massa. Sosialisasi dapat berlangsung lancar dan biasanya dengan sedikit saja kesadaran bahwa seseoarang sedang disosialisasikan atau sengaja mensosialisasikan diri terhadap kebiasaan kelompok masyarakat tertentu. Dapat juga terjadi secara paksa, kasar, dan kejam karena adanya kepentingan tertentu, misalnya segolongan atau sekelompok tertentu memaksakan kehendaknya terhadap individu agar ia bergabung dan mengikuti kebiasaannya.
2.    Media Sosialisasi
Fuller dan Jacobs (1973 : 168-208) mengidentifikasikan empat agen sosialisasi utama : Keluarga, kelompok bermain, sekolah/system pendidikan, dan media massa. Secara rinci, beberapa media sosialisasi yang utama adalah :
a.       Keluaga
Keluarga merupakan institusi yang paling penting pengaruhnya terhadap proses sosialisasi manusia. Hal ini dimungkinkan karena berbagai kondisi yang dimiliki oleh keluarga. Pertama, keluarga merupakan kelompok primer yang selalu tatap muka di antara anggotanya, sehingga dapat selalu mengikuti perkembangan anggota-anggotanya. Kedua, orang tua mempunyai kondisi yang tinggi untuk mendidik anak-anaknya, sehingga menimbulkan hubungan emosional yang mana hubungan ini sangat diperlukan dalam proses sosialisasi anak.
b.      Kelompok Bermain
Kelompok bermain merupakan agen sosialisasi yang berpengaruh besar dalam membentuk pola-pola perilaku seseorang. Di dalam kelompok bermain, anak mempelajari berbagai kemampuan baru yang acapkali berbeda dengan apa yang mereka pelajari dari keluarganya. Di dalam kelompok bermain individu mempelajari norma nilai, cultural, peran dan semua persyaratan lainnya yang dibutuhkan individu untuk memungkinkan partisipasinya yang efekif di dalam
kelompok permainannya. Singkatnya, kelompok bermain ikut menentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan perilaku kelompoknya.
c.       Sekolah
Sekolah merupakan media sosialisasi yang lebih luas dari keluarga. Sekolah mempunyai potensi yang pengaruhnya cukup besar dalam pembentukan sikap dan perilaku seorang anak, serta mempersiapkannya untuk penguasaan peranan-peranan baru dikemudian hari. Berbeda dengan sosialisasi keluarga yang mana anak masih dapat mengharap bantuan dari orang tua dan seringkali memperoleh perlakuan khusus. Di sekolah anak dituntut untuk bias bersikap mandiri dan senantiasa memperoleh perlakuan yang tidak berbeda dari teman-temannya. Di sekolah Reward akan diberikan kepada anak yang terbukti mampu bersaing dan menunjukkan prestasi akademik yang baik.
d.      Lingkungan Kerja
Setelah seorang individu melewati masa kanak-kanak dan masa remaja, kemudian meninggalkan dunia kolompok permainannya, kemudian meninggalkan dunia kelompok permainannya, individu memasuki dunia baru, yaitu di dalam lingkungan kerja. Pada umumnya individu yang ada didalamnya sudah memasuki masa hamper dewasa bahkan sebagai besar adalah mereka sudah dewasa, maka sistem nilai dan norma lebih jelas dan tegas. Di dalam lingkungan kerja inilah individu saling berinteraksi dan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan nilai dan norma yang berlaku di dalamnya. Seseorang yang bekerja di lingkungan birokrasi biasanya akan memiliki gaya hidup dan perilaku yang berbeda dengan orang lain yang bekerja di perusahaan swasta.
e.       Media Massa
Dalam kehidupan masyarakat modern, komunikasi merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting terutama untuk menerima dan menyampaikan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Akibat pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam waktu yang sangat singkat, informasi-informasi tentang peristiwa-peristiwa, pesan, pendapat, berita, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya dengan mudah diterima oleh masyarakat, sehingga media massa yaitu surat kabar, TV, radio, majalah dan lainnya. Mempunyai peranan penting dalam proses transpormasi nilai-nilai dan norma-norma baru kepada masyarakat. Di samping itu, media massa juga mentranformasikan symbol-simbol atau lambing tertentu dalam suatu konteks emosional.

B.     Lalu Lintas
Transportasi didefenisikan sebagai suatu proses pergerakan atau pemindahan orang dan atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan mempergunakan suatu system tertentu untuk maksud atau tujuan tertentu. Alat perpindahan yang dipergunakan dapat berbeda misalnya jalan kaki, angkutan darat, laut dan udara ataupun kombinasi dari alat-alat tersebut (Khisty dan Lall, 2006).
Pelanggaran lalulintas ialah perbuatan yang hanya dilarang oleh undang-undang, seperti tidak memakai helm, tidak menggunakan sabuk pengaman dalam berkendara, dan sebagainya. Pelanggaran lalu lintas tertentu atau tilang yang sering biasanya adalah pelanggaran terhadap Pasal 54 mengenai kelengkapan surat kendaraan SIM dan STNK serta Pasal 59 mengenai muatan berlebihan truk angkutan kemudian pelanggaran Pasal 61 seperti salah memasuki jalur lintas kendaraan.
Kecelakaan lalulintas merupakan suatu peristiwa dimana terjadinya tubrukan/
benturan kendaraan bergerak di jalan yang menyebabkan manusia atau hewan terluka bahkan bisa saja sampai meninggal. Di dalam definisi ini tidak disinggung ada atau tidaknya unsur kesengajaan. Untuk menjamin lancarnya kegiatan transportasi dan menghindari terjadinya kecelakaan diperlukan suatu pola transportasi yang sesuai dengan perkem-bangan dari barang dan jasa. Setiap komponen perlu diarahkan pada pola transportasi yang aman, nyaman dan hemat. Beberapa kendala yang harus mendapat perhatian demi tercapainya transportasi yang diinginkan adalah tercampurnya penggunaan jalan dan tata guna lahan disekitarnya (mixed used) sehingga menciptakan adanya lalulintas campuran (mixed traffic). Faktor mixed used dan mixed traffic tersebut dapat mengakibatkan peningkatan jumlah kecelakaan lalulintas.
Desain geometrik yang tidak memenuhi syarat (di jalan yang sudah ada) sangat potensial menimbulkan terjadinya kecelakaan, seperti tikungan yang terlalu tajam, kondisi lapis perkerasan jalan yang tidak memenuhi syarat, rusaknya kondisi jalan, dan sebagainya yang dapat memicu terjadinya kecelakaan lalulintas. Pelanggaran persyaratan teknis/operasi maupun pelanggaran peraturan lalulintas yang dilakukan oleh pengemudi dapat juga menimbulkan kecelakaan lalulintas. Penempatan serta pengaturan kontrol lalulintas yang kurang tepat dan terkesan minim seperti, rambu lalulintas, marka jalan, pengatur arah dapat juga menimbulkan masalah kecelakaan lalulintas. Berdasarkan hal-hal diatas faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan dapat dibagi atas 4 faktor, yaitu faktor manusia, faktor kendaraan, faktor jalan, faktor lingkungan


                                                                                           















BAB III
METODE SOSIALISASI
A.    Tahap Sosialisasi
            Pelaksanaan sosialisasi keselamatan berkendara memiliki tahapan kegiatan. Adapun penjabaran tahapan kegiatan sosialisasi adalah sebagai berikut :
1.         Tahap persiapan
Tahap persiapan meliputi kegiatan pengumpulan data, informasi sebagai bahan materi yang akan disampaikan serta yang relevan dengan tema sosialisasi. Selain itu dilakukan penyiapan merchandise yang akan diberikan kepada siswa.
2.      Tahap pelaksanaan  merupakan serangkaian kegiatan sosialisasi keselamatan berkendara yang dilaksanakan di SMAN 5 Kota Tegal. Serangkaian  kegiatan tersebut yaitu pelaksanaan pre-test, sosialisasi, Smart Safety Award, pelaksanaan post-test.

Siswa
 



Pre-test

Sosialisasi

Smart Safety Award

Post-test

Mengukur pengetahuan awal siswa terkait berbagai macam peraturan lalu lintas

Menambah kepahaman siswa mengenai keselamatan berkendara

Memberi penghargaan kepada siswa yang memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik akan keselamatan berkendara

Mengukur pemahaman siswa dari materi sosialisasi yang telah dilakukan
 

Bagan 3.1 Tahap Sosialisasi


B.  Waktu dan Tempat Sosialisasi
1.      Waktu Sosialisas
a.    Hari                      : Kamis,
b.    Tanggal                : 20 April 2017
c.    Pukul                    : 08.00-09.00 WIB
2.    Lokasi Sosialisasi
Sosialisasi dilakukan di SMAN 5 Kota Tegal

C.  Perlengkapan Sosialisasi
Perlengkapan yang diperlukan antara lain sebagai berikut :
1.    Materi sosialisasi
2.    Marchandise stiker keselamatan berkendara

D.  Materi Sosialisasi
Tema sosialisasi yang dilakukan di SMAN 5 Kota Tegal adalah tentang Keselamatan Berkendara, sehingga materi yang diberikan harus relevan dengan tema tersebut. Materi yang relevan antara lain adalah sebagai berikut :
1.    Pentingnya keselamatan berkendara dengan memberikan contoh kasus kecelakaan.
2.    Fakta-fakta kecelakaan di Indonesia.
3.    Faktor penyebab kecelakaan.
4.    Pentingnya memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) berikut syarat maupun cara memperolehnya.


                                                                                                        
















BAB IV
PEMBAHASAN

Kegiatan sosialisasi dengan tema keselamatn berkendara yang dilakukan oleh Taruna PKTJ terhadap pelajar SMAN 5 Kota Tegal telah dilaksanakan dengan teknik komunikasi diantaranya dengan melakukan serangkaian kegiatan yang terjadwal secara umum. Materi yang diberikan secara umum  adalah mensosialisasikan keselamatan berkendara dengan  menyisipkan foto dan video kecelakaan maut yang disebabkan oleh pelanggaran lalu lintas.
Kegiatan sosialisasi ini dimulai pukul 08.00 WIB. Pada awal sosialisasi pererta digali akan pemahamannya tentang keselamatan berkendara sebagai pre-test pemahaman peserta sebelum memasuki materi sosialisasi, pada saat siswa menjawab pre-test yang diberikan mereka menjawab pertanyaan berdasarkan pengetahuan mereka sendiri, oleh karena itu jawaban yang diberikan pun masih belum begitu sempurna. Setelah itu diberikan materi pendahuluan tentang pentingnya keselamatan berkendara dengan menyajikan foto maupun video kecelakaan. Dalam hal ini disajikan dua video dimana satu video merupakan kecelakaan yang terjadi di sirkuit motor balap dan video yang lain merupakan video yang terjadi di jalan raya. Disini peserta sosialisasi diharapkan mampu menganalisis perbedaan dan kesamaan dari kedua video tersebut yang keduanya sama-sama berpotensi terjadi kecelakaan. Kemudian ditunjukkan mengenai fakta-fakta mengenai kecelakaan di Indonesia, faktor yang terlibat dalam kecelakaan dan menunjukkan fakta bahwa faktor utama terjadinya kecelakaan ialah berasal dari manusia yaitu pengguna jalan. Untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dari faktor pengguna jalan dalam sosialisasi ini ditanamkan kepada para peserta bahwa pengguna jalan dalam hal ini pengguna sepeda motor hendaknya ialah mereka yang berkompeten dalam berkendara yang dibutikan dengan kepemilikan surat izin mengemudi (SIM) sehingga ditujukkan pula apa saja syarat dan bagaimana cara mendapatkan SIM tersebut kepada para peserta sosialisasi yang nantinya dapat memberikan pemahaman dasar akan pentinya keselamatan dalam berkendara kepada para pelajar. Setelah diberikan pemahaman akan pentingnya keselamatan berkendara peserta sosialisasi digali kembali pemahaman mereka dengan diberi pertanyaan yang berkaitan dengan tema sosialisasi yang diberikan sebagai post-test, saat siswa diberi pertanyaan untuk post-test jawaban yang diberikan lebih berbobot dibandingkan jawaban saat pre-test karena pengetahuan mereka menjadi lebih bertambah dan dalam hal ini berarti taruna berhasil dalam penyampaian materi sosialisasi keselamatan berkendara. Selain hal-hal tersebut pun ketika mereka berani dan dapat menjawab pertanyaan yang diberikan mereka diberi reward berupa stiker keselamatan berkendara sebagai smart safety award yang harapannya mereka tetap bisa mengingat dan mengaplikasikan materi yang diberikan dalam kehidupannya.
Sosialisasi yang dilakukan oleh Taruna PKTJ ini juga merupakan pengaplikasian mata kuliah Media Komunikasi Publik dimana taruna dituntut untuk menyampaikan informasi terkait kepada peserta sosialisasi. Sosialisasi ini dilakukan sebagai proses belajar yang dilakukan oleh seseorang (individu) untuk berbuat atau bertingkah laku berdasarkan patokan yang terdapat dan diakui dalam masyarakat. Dalam proses belajar atau penyesuaian diri itu seseorang kemudian mengadopsi kebiasaan, sikap, dan ide-ide dari orang lain, kemudian seseorang mempercayai dan mengakui sebagai milik pribadinya. Media sosialisasi yang dilakukan melalui lingkup sekolah karena sekolah merupakan media sosialisasi yang lebih luas dari keluarga dan sekolah mempunyai potensi yang pengaruhnya cukup besar dalam pembentukan sikap dan perilaku seorang anak, serta mempersiapkannya untuk penguasaan peranan-peranan baru dikemudian hari. Sehingga diharapkan dari sosialisasi ini taruna dapat menanamkan petingnya keselamatan berkenadara kepada peserta sosialisasi yaitu siwa SMAN 5 Kota Tegal yang notabennya pula lokasi sekolah mereka berada di lokasi dengan potensi kecelakaan yang tinggi yaitu jalan pantura.





















BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan :
Berdasarkan hasil kegiatan Sosialisasi Keselamatn Berkendara yang dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1.      Program Sosialisasi dengan tema Keselamatan Berkendara ini mampu meningkatkan pemahaman siswa SMAN 5 Kota Tegal akan pentingnya keselamatn berkendara.
2.      Dari peningkatan pemahaman siswa SMAN 5 Kota Tegal dapat diartikan pula bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh Taruna PKTJ dalam hal ini proses penyampaian materi kepada peserta sosialisasi dapat dikatakan berhasil.
B.  Saran
1.      Pihak sekolah sebaiknya melaksanakan metode penyampaian sosialisasi/pendidikan seperti yang dilakukan oleh Taruna PKTJ dalam mendukung, mendorong kegiatan pendidikan tertib lalu lintas untuk keselamatan berkendara.
2.      Sosialisasi seperti ini hendaknya sering dilakukan sebagai pemberian informasi maupun juga sebagai media untuk mengasah kemampuan Taruna PKTJ dalam hal komunikasi publik.



















DAFTAR PUSTAKA


Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan jalan

Sendy. Pengertian Pelanggaran Lalu Lintas dalam (http://www.anakunhas.com/2011/12/pengertian-pelanggaran-lalu-lintas.html, Diakses Tanggal 3 Maret 2017, Pukul 20.15 WIB.

Viandany Zulfian Muslim, dkk. 2013. Studi Peningkatan Keselamatan Transportasi Jalan Raya (Studi Kasus Ruas Jalan Arteri Kota Bitun). Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.2. Fakultas Teknik. Jurusan Teknik Sipil. Universitas Sam Ratulangi.
                                                                                   
Yusliansyah, Peranan Sosialisasi Berlalu Lintas Dalam Meningkatkan Kemampuan  Pengemudi Sepeda Montor Di Kalangan Pelajar Di Samarinda, 2014, eJournal Ilmu Komunikasi, Volume 2, Nomor 1, 2014: 401 – 418.





Sosialisasi Keselamatan Berkendara & SIM di SMAN 5 Kota Tegal

Sebagai taruna PKTJ yang bergerak di bidang keselamatan jalan, kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang taruna adalah kemampuan dalam bersosialisasi atau berkampanye kepada masyarakat dalam menggalakan keselamatan dalam berkendara. Kali ini saya akan membahas mengenai proses sosialisasi yang telah dilakukan oleh taruna taruni PKTJ jurusan DIV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan (MKTJ) beserta isi materi dari sosialisasi yang telah dilakukan.

Sebenernya Apa sih Sosialisasi itu?
Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.




Pada hari Kamis, 20 April 2017 Taruna dan Taruni PKTJ jurusan DIV MKTJ (Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan) melakukan sosialisasi kepada siswa - siswi SMA Negeri 5 Kota Tegal yang beralamat di Jalan Kali Kemiri II Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah. Sosialisasi dilaksanakan pada pagi hari pukul 08.00 WIB s/d pukul 10.00 WIB. Alhamdulillah sosialisasi dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Para siswa yang hadir dalam acara tersebut terlihat menikmati materi yang kami berikan. Pada saat siswa memasuki ruang serbaguna untuk mengikuti kegiatan sosialisasi, para siswa diberikan cinderamata oleh pihak PKTJ berupa tas sekolah dengan lambang tulisa PKTJ. hal ini merupaka strategi yang sangat komunikatif untuk mempromosikan kampus PKTJ kepada khalayak umum dan masyarakat. Dengan pemberian cinderamata juga memberikan kesenagan bagi siswa siswi SMAN 5 Kota Tegal, sehingga memudahkan untuk menarik perhatian peserta saat sosialisasi.
Materi yang disampaikan dikemas secara singkat, cepat, namun tetap efektif. di sela - sela sosialisasi kami juga memberikan beberapa permainan kecil untuk mengasah konsentrasi dan memberikan hibu
Materi pokok yang di sampaikan pada sosialisasi kali ini adalah pembahasan mengenai keselamatan berkendara dan pentingnya kepemilikan SIM (Surat Ijin Mengemudi) oleh setiap pengendara kendaraan bermotor, hal sehubungan dengan target dari penerima sosialisasi kita adalah siswa - siswi SMA yang mayoritas berusia 15 - 18 tahun.



Tujuan dari diadakannya sosialisasi ini adalah Memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat, Mengembangkan kemampuan sesorang dalam berkomunikasi secara efektif, Mengembangkan fungsi-fungsi organik seseorang melalui introspeksi yang tepat, Menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan kepada seseorang yang mempunyai tugas pokok dalam masyarakat. 

Melihat fakta yang dilansirkan oleh WHO, mengatakan bahwa terdapat 1,24 juta kematian yang terjadi di jalan. Hal ini sangat miris melihat tingginya angka kematian yang disebabkan kecelakaan lalu lintas. Pada bulan Juni 2016 angka kecelakaan berjumlah 5612 orang dengan korban tertinggi berada di usia 15 - 19 tahun, dan lebih parahnya lagi hampir 58% korban yang mengalami kecelakaan tidak memiliki SIM.

Ketika kita berbicara tentang kecelakaan, kita juga harus tau Apa Sih Kecelakaan Itu?
Kecelakaan adalah suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka - sangka dan tidak disengaja yang melibatkan kendaraan yang sedang bergerak dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya, mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda.
Penyebab terjadinya kecelakaan dapat dikarenakan oleh tiga faktor. faktor tersebut ialah 
(Sumber: Penelitian Treat dkk (NHTSA*, 1977) )

1. Faktor Manusia
2. Faktor Kendaraan
3. Faktor Jalan dan Lingkungan

Berikut ini mrupakan grafik yang menunjukan jumlah serta jenis korban kecelakaan lalu lintas 
(Grafik kecelakaan berdasarkan jenis cidera dan umur korban)

Hampir semua kejadian kecelakaan didahului dengan adanya pelanggaran - pelanggaran di jalan raya, alasan pelanggaran itu terjadi diantaranya adalah:
1. Kesengajaan dari pengguna jalan itu sendiri, pura - pura tidak tahu.
2. Ketidaktahuan terhadap aturan - aturan yang berlaku
3. Tidak melihat ketentuan yang diberlakukan
Ketiga hal tersebut merupakan alasan yang kerap digunakan pleh para orang - orang yang melanggar ketertiban lalu lintas.

Faktor penyebab kecelakaan oleh pengemudi dikarenakan beberapa hal yaitu ketidak disiplinan pengguna jalan, emosional, kurangnya konsentrasi pengendara, tidak menghargai pengguna jalan lain, kuran berhati - hati, serta kurangnya pengalaman dalam mengemudi.
Seperti yang kita ketahui, kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan kerugian bagi diri kita sendiri dan orang lain yaitu kerugian harta benda hingga mengakibatkan korban jiwa. Adapun cara - cara yang dapat meminimalisir resiko kecelakaan adalah sebagai berikut:
1. Pastikan kondisi fisik yang prima saat akan berkendara
2. Taati peraturan lalu lintas
3. Patuhi rambu - rambu lalu linas serta marka jalan yang ada
4. Jangan berkendara ketika dalam keadaan mabuk atau tidak sadarkan diri
5. Selalu menggunakan perlengkapan keselamatan yang diwajibkan saat berkendara
6. Terampil dalam berkendara.

Untuk menjamin setiap pengendara memiliki kompetensi berkendara, maka perlu adanya lisensi yang dapat dipertanggung jawabkan. SIM (Surat Ijin Mengemudi) merupakan bukti bahwa seseorang memiliki kompetensi dan mampu dipercaya untuk dapat mengendarai kendaraan bermotor.

SIM Itu Apa Sih?

SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh POLRI kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Seseorang wajib memiliki SIM dikarenakan SIM adalah komponen wajin dari pengendaraan kendaraan bermotor, SIM juga digunakan sebagai bukti sahnya seseorang diperbolehkan mengemudi, sebagai legitimasi kompetensi pengemudi, sebagai identitas pengemudi, sebagai kontrol kompetensi pengemudi, dan sebagai forensik kepolisian.

Jenis SIM dibagi menjadi lime, yaitu:
SIM A = berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor (ranmor) dengan jumlah berat yang diperbolehkan paling tinggi 3.500 kilogram berupa:
a. mobil penumpang perseorangan.
b. mobil barang perseorangan.


SIM B I = berlaku untuk mengemudikan Ranmor dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram berupa:
a. Mobil bus perseorangan.
b. Mobil barang perseorangan.



SIM B II = SIM B II, berlaku untuk mengemudikan ranmor berupa
a. Kendaraan alat berat.
b. Kendaraan penarik.
c. Kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kilogram


SIM C = berlaku untuk mengemudikan sepeda motor yang terdiri dari,
a. SIM C untuk pengemudi sepeda motor dengan kisaran kapasitas silinder (cylinder capacity) paling tinggi 250 cc.


b. SIM C untuk pengemudi sepeda motor dengan kisaran kapasitas silinder (cylinder capacity) antara 250cc sampai dengan 750cc
c. SIM C untuk pengemudi sepeda motor dengan kisaran kapasitas silinder (cylinder capacity) di atas 750cc



SIM D =  berlaku untuk mengemudi ranmor khusus bagi penyandang cacat.

Gimana ya caranya kita mendapatkan SIM? berikut tata caranya:
1. Mengisi formulir permohonan yang telah disediakan disertai dengan foto kopi KTP, diserahkan kepada petugas loket pendaftaran.
2. Sesuai dengan nomor urut, kemudian akan dipanggil untuk mengikuti ujian teori.
3. Bila lulus dalam ujian teori, maka berhak untuk mengikuti ujian praktek sesuai dengan jenis SIM yang dikehendaki.
4. Apabila lulus dalam ujian praktek I dan II, maka pemohon akan dipanggil untuk produksi SIM (pemotretan).
5. Setelah pemotretan, pemohon menunggu diruang tunggu sesuai nomor urut, kemudian akan dipanggil untuk mengambil SIM yang dah selesai diproses.

Dalam proses pembuatan SIM, terdapat beberapa persyaratan. yaitu:
1. Batasan Usia, dalam membuat SIM batasan usianya adalah 
SIM A: 17 tahun
SIM B1: 20 tahun
SIM B2: 21 tahun
SIM C: 17 tahun
SIM D: 17 tahun

2. Syarat Administratif
  1. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Mengisi formulir permohonan
  3. Sehat jasmani dan rohani, berpenampilan rapi, dan bersepatu (tidak diperkenankan memakai sandal).
  4. Lulus ujian teori, ujian praktik, dan/atau ujian keterampilan melalui simulator.
KESIMPULAN
Setelah melaksanakan sosialisasi keselamatan, kami belajar banyak tidak hanya tentang materi keselamatan itu sendiri tetapi juga belajar bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar kepada masyarakat sebagai pelopor dan sebagai pembicara dalam suatu forum. 

Untuk melihat hasil laporan sosialisasi yang telah kami lakukan, Dokumen dapat diunduh DISINI 

Atau Klik Link Ini Untuk Melihat Artikel Dokumen pada halaman Blog ini






Daftar Pustaka:
  • http://www.artikelsiana.com/2014/10/pengertian-tujuan-fungsi-sosialisasi-contoh.html
  • http://internasional.kompas.com/read/2016/01/15/082500630/Mengenal.5.Jenis.SIM.yang.Ada.di.Indonesia

Senin, 10 April 2017

Perbedaan Komunikasi Publik, Komunikasi Interpersonal, dan Komunikasi Masa

Setiap hari kita secara sadar melakukan hubungan dengan sesama manusia. hubungan komunikasi tersebut terjadi terus menerus dan berkesinambungan. 

Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain

Terus, apa itu Komunikasi Interpesonal?

Komunikasi interpesonal mengharuskan pelaku untuk bertatap muka antara dua orang atau lebih dengan membawakan pesan verbal maupun non verbal sehingga masing-masing bisa memahami satu sama lain dan berinteraksi secara efektif.

Apa itu Komunikasi Publik?

Komunikasi publik adalah pertukaran pesan dengan sejumlah orang yang berada dalam sebuah organisasi atau yang di luar organisasi, secara tatap muka atau melalui media. Namun dalam bagian ini yang akan dibahas hanyalah tatap muka di antara organisasi dan lingkungan eksternalnya

Apa itu Komunikasi Masa?

Komunikasi Massa adalah bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (Media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumblah banyak, terpencar, sangat heterogen dan menimbulkan efek tertentu. Selain itu pesan yang disampaikan cenderung terbuka dan mencapai khalayak dengan serentak.


Hambatan Dalam Komunikasi
Di dalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi. Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver. Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunkasi tidak efektif yaitu :
1.    Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.
2.    Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.
3.    Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.
4.    Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
5.    Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.
6.    Poor choice of communication channels
Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.

7.    No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.

Tujuan Komunikasi 
Menurut Riant Nugroho (2004:72) tujuan komunikasi adalah menciptakan pemahaman bersama atau mengubah persepsi, bahkan perilaku. Sedangkan menurut Katz an Robert Kahn yang merupakan hal utama dari komunikasi adalah pertukaran informasi dan penyampaian makna suatu system social atau organisasi.
Inti dari tujuan kita melakukan komunikasi dalam keseharian adalah sebagau upaya untuk persamaan presepsi antara orang yang satu dengan yang lainnya, sehingga informasi dan pesan yang disampaikan diterima dan aktifitas sehari - hari dapat berjalan dengan baik.

Apa Itu Saluran Komunikasi ?
Perbedaan antara sumber dan saluran, sumber ialah seseorang atau lembaga yang menciptakan suatu pesan sedangkan saluran adalah alat dengan mana suatu pesan berpindah dari sumber kepada penerima. Analog untuk saluran adalah sebuah perahu yang membawa muatan (pesan) dari pelabuhan satu (sumber) ke pelabuhan lainnya (penerima). Adapun macam – macam saluran komunikasi adalah sebagai berikut:
1.      Saluran interpersonal dan media massa
2.      Saluran lokal dan saluran kosmopolit
Saluran interpersonal adalah saluran yang melibatkan pertemuan tatap muka (sumber dan penerima) antara dua orang atau lebih. Misalnya rapat atau pertemuan kelompok, percakapan langsung, pembicaraan dari mulut ke mulut, dsb.
Sedangkan saluran media massa adalah alat-alat penyampai pesan yang memungkinkan sumber mencapai suatu audiens dalam jumlah besar, yang dapat menembus batasan waktu dan ruang. Misalnya radio, televisi, film, surat kabar, buku, dsb.
Saluran anatar pribadi disebut saluran lokalit apabila kontak-kontak langsung itu sebatas daerah atau sistem sosial itu saja. Sedangkan saluran melalui media massa sudah pasti bersifat kosmopolit. Sebaliknya saluran media massa dapat dipastikan bersifat kosmopolit.

Masing-masing saluran memiliki karakteristik sendiri dalam meneruskan pesan komunikasi. Perbedaan penting antara saluran media massa dengan antar pribadi dapat digambarkan sebagai berikut:

NO
SIFAT SIFAT
SALURAN  ANTAR PRIBADI
SALURAN MEDIA MASA
1
Arus Pesan
Cenderung dua arah
Searah
2
Besarnya kemungkinan umpan balik
Tinggi
Rendah
3
Konteks komunikasi
Tatap muka
Berperantara
4
Kemampuan mengatasi seleksi luas
Tinggi, lambat
Rendah, cepat
5
Akibat yang mungkin terjadi
Pembentukan dan perubahan sikap
Perubahan pengetahuan


Setelah uraian diatas, saya akan memberikan sedikit contoh dari komunikasi yang sering kita lakukan sehari - hari dengan membedakan antara komunikasi interpersonal, komunikasi publik, dan komunikasi masa.

NO
KOMUNIKASI INTERPERSONAL
KOMUNIKASI PUBLIK
KOMUNIKASI MASA
1
Seseorang teman yang saling mengingatkan untuk menggunakan helm saat berkendara.
Kampanye keselamatan bagi siswa/siswi SMAN 6 Bogor untuk menggunakan helm saat berkendara.
Iklan komersial helm di televisi dengan demonstrasi penggunaan helm yang aman saat berkendara.
2
Seorang pedagang memberi tahu pembeli bahwa harga cabai naik 75%
Kumpulan ibu – ibu yang saling berbagi informasi mengenai harga cabai yang melonjak di pasar
Berita yang di bawakan stasiun televisi bahwa harga cabai melonjak naik
3
Pegawai dealer sepeda motor menawarkan produk terbaru kepada salah seorang konsumen yang datang ke dealer
Pegawai dealer sepeda motor membagian brosur di jalan mengenai promosi produk terbaru merk sepeda motor tertentu
Iklan komersial sepeda motor pada stasiun televisi adanya produk baru dari salah satu merk sepeda motor dengan mengunggulkan produk tersebut
Source:
1. http://roadsafetyknowledge.blogspot.co.id/2016/04/pertemuan-4-komunikasi-publik-dan-massa.html
2. https://amirlahjeni.wordpress.com/2012/03/30/tujuan-komunikasi/
3. https://riinezz.wordpress.com/2012/06/21/saluran-komunikasi/
4. https://www.slideshare.net/putiandinis/komunikasi-antar-pribadi-komunikasi-publik-komunikasi-massa 

Sabtu, 25 Maret 2017

Komunikasi dan Unsur – Unsurnya

Artikel ini berisi mengenai ikhtisari dari setiap pertemuan pada mata kuliah Media Komunikasi Publik. Adapun dosen dari mata kuliah ini adalah Ibu Tri Susila Hidayati, M.Si dengan Asisten Dosen Ibu Pipin Widyasari, MM

Setiap meteri yang diberikan akan dirangkum dan diasajikan dalam bentuk tulisan pada blog ini. keep reading, hope this article would give you something new to learn!


Media Komunikasi Publik. Saat pertama kali mendengar mata kuliah tersebut, saya berasumsi bahwa mata kuliah ini akan mengajarkan tata cara bagaimana kita sebagai makhluk sosial melakukan komunikasi kepada masyarakat luas. Setelah memasuki pertemuan pertama pada mata kuliah ini, saya baru paham bahwa sebenarnya Media Komunikasi Publik tidak hanya mengajarkan tentang bagaimana tata cara berkomunikasi yang baik dengan masyarakat luas tetapi juga berbagai cara memahami sifat dan kebiasaan seseornag yang dapat membantu kita untuk melakukan komunikasi. Ada begitu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan matang - matang dalam melakukan komunikasi, terlebih komunikasi kepada khalayak umum. Media komunikasi merupakan alat yang penting sebagai perantara bagi komunikator dalam memberikan informasi kepada komunikan.

Komunikasi tidak melulu merupakan pertemuan antara dua orang atau lebih yang melakukan percakapan. Komunikasi adalah Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan 
(sumber: http://jurnal-sdm.blogspot.co.id/2007/12/komunikasi-arti-fungsi-dan-bentuk.html) 

Ada banyak media yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi. Salah satu contoh yang paling gampang adalah media komunikasi seperti koran yang menyajikan berita terkini untuk diketahui oleh publik, televisi yang menyajikan tayangan berupa informasi atau pesan kepada penonton. Tidak hanya media masa yang dapat kita jadikan sebagai contoh, bahkan KTP pun merupakan media komunikasi yang memberikan informasi kepada pembaca mengenadi identitas seseorang. Mindset kita mengenai media mungkin terbatas pada benda benda seperti alat elektronik, oleh kerena itu kita harus membuka pikiran kita Open Mind untuk menelaah lebih jauh tentang media.
Tujuan dari media komunikasi publik adalah sebagai perantara antara komunikator atau orang yang akan memberikan informasi kepada komunikan atau orang yang akan menerima informasi. Media sebagai perantara harus memiliki beberapa kriteria seperti:

  1. Kepercayaan penerima pesan (komunikan) terhadap komunikator serta keterampilan komunikator berkomunikasi (menyajikan isi komunikasi sesuai tingkat nalar komunikan)
  2. Daya tarik pesan dan kesesuaian pesan dengan kebutuhan komunikan.
  3. Pengalaman yang sama tentang isi pesan antar komunikator dan komunikan
  4. Kemampuan komunikasi menafsirkan pesan, kesadaran, dan perhatian komunikan akan kebutuhannya atas pesan yang diterima
  5. Setting komunikasi yang kondusif (nyaman, menyenangkan dan menantang)
  6. Sistem penyampaian pesan berkaitan dengan metode dan media yang sesuai dengan jenis indera penerima pesan.(Sumber: http://komunitaspenyuluhperikanan.blogspot.co.id/2012/01/kriteria-keberhasilan-komunikasi.html)
Adapun tujuan dari diadakannya komunikasi adalah sebagai berikut:
A. Kendali
komunikasi bertindak untuk mengendalikan prilaku anggota dalam beberapa cara, setiap organisasi mempunyai wewenang dan garis panduan formal yang harus dipatuhi oleh karyawan.
B. Motivasi
Komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada para karyawan apa yang harus dilakukan bagaimana mereka bekerja baik dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja jika itu di bawah standar.
C. Pengungkapan emosional 
Bagi banyak karyawan kelompok kerja mereka merupakan sumber utama untuk interaksi sosial, komunikasi yang terjadi di dalam kelompok itu merupakan mekanisme fundamental dengan mana anggota-anggota menunjukkan kekecewaan dan rasa puas mereka oleh karena itu komunikasi menyiarkan ungkapan emosional dari perasaan dan pemenuhan kebutuhan sosial.
D. Informasi 
Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan individu dan kelompok untuk mengambil keputusan dengan meneruskan data guna mengenai dan menilai pilihan-pilihan alternatif




Media merupakan unsur utama komunikasi, karena hanya dengan media kita dapat saling bertukar informasi atau pesan kepada orang lain. Ketika kita melakukan percakapan langsung, kita berkomunikasi dengan suara, tatapan mata, gestur tubuh, serta mimik wajah sebagai media komunikasi. Oleh karena itu peran media dalam komunikasi adalah hal yang perlu di perhatikan. Kepada siapa informasi yang akan disampaikan agar dapat diterima dengan baik oleh komunikan.

Semoga materi diatas dapat memberikan manfaat bagi para pembaca sekalian. Kritik, saran, dan komentar sangat terbuka agar menjadikan artikel ini lebih baik dan sekaligus sebagai bahan pembelajaran bagi saya dalam menulis ulasan materi ini. Terimakasih.