Tampilkan postingan dengan label Media Komunikasi Publik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Komunikasi Publik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juli 2017

Media Komunikasi Radio

RADIO ?

Bukan hal yang asing ketika kita mendengar kata "Radio". Sebuah alat komunikasi verbal yang mengandalkan gelombang elektromagnetik dalam menghantarkan informasi dan dengan mudah dapat kita jumpai dimana saja. Semakin berkembangnya teknologi, kini akses kebutuhan radio tidak hanya terbatas dengan alat berbentuk kotak besar seperti jaman dahulu, tetapi radio juga telah disisipkan ke dalam handphone sehingga penggunaannya dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja selama masih dalam jangkauan frekuensi gelombang elektromagnetik.  

Teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal adalah dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas, dan merambat lewat udara, dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

Dalam Undang - Undang No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran menyebutkan bahwa frekuensi radio merupakan gelombang elektromagnetik yang diperuntukkan bagi penyiaran, dan merambat di udara serta ruang angkasa tanpa sarana penghantar buatan, merupakan ranah publik, dan sumber daya alam terbatas. Seperti spektrum elektromagnetik yang lain, gelombang radio merambat dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik. Gelombang radio berbeda dengan gelombang audio.

Gelombang radio merambat pada frekuensi 100,000 Hz sampai 100,000,000,000 Hz, sementara gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20,000 Hz. Pada siaran radio, gelombang audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan pada gelombang radio yang akan merambat melalui ruang angkasa. Ada dua metode transmisi gelombang audio, yaitu melalui modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi (FM).

Dalam sejarahnya banyak penggunaan awal radio adalah maritim, untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode morse antara kapal, dan darat. Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang memata-matai armada Rusia pada saat Perang Tsushima di 1901. Salah satu penggunaan yang paling dikenang adalah pada saat tenggelamnya RMS Titanic pada 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam, dan kapal terdekat, dan komunikasi ke stasiun darat mendaftar yang terselamatkan.

Radio pada dasarnya mempunyai fungsi. Seperti yang diungkapakan oleh Effendy (1993:137-138), bahwa radio siaran mempunyai 4 fungsi sebagai berikut:
  1. Fungsi Penerangan
  1. Fungsi Pendidikan
  1. Fungsi Hiburan
  1. Fungsi Propaganda

Seperti yang telah diketahui, radio siaran bersifat audial, yang hanya dapat digunakan dengan cara didengarkan,tapi bukan berarti radio siaran tidak sanggup menjalankan fungsinya sebagai media penerangan. Radio dianggap sebagai media yang mampu menyiarkan informasi yang amat memuaskan walau hanya dilengkapi dengan unsur audio. Radio siaran dapat menjalankannya dalam bentuk siaran berita, wawancara, editorial udara, reportase langsung, talk show dan lain-lain.

Sebagai media pendidikan, radio siaran merupakan sarana yang   ampuh untuk menyiarkan acara pendidikan khalayak secara meluas dan serempak. Sebagian alokasi waktu siaran juga diisi oleh acara-acara hiburan bisa berupa musik maupun drama radio. Radio siaran juga merupakan sarana propaganda, bisa terlihat dengan banyaknya pemasang iklan yang memilih radio siaran sebagai sarana pemasangan iklannya.

Penyampaian pesan melalui radio siaran, berbeda dengan penyampaian pesan melalui media massa lainnya. Komunikator yang menyampaikan pesan kepada komunikan melalui radio siaran harus dapat mengkombinasikan unsur-unsur penting dalam meningkatkan efektivitas pada siaran radio, yaitu sound effect, musik, dan kata-kata sehingga dapat diterima dengan baik oleh komunikan yang bersifat heterogen aktif, dan selektif, agar komunikasi yang dilakukan oleh komunikator berjalan efektif dan efisien.

Bagaimana Teknik Dalam Penyiaran Radio?

Penyiar Radio adalah seseorang yang membawakan acara dalam kurun waktu tertentu di sebuah Stasiun Radio, kualitas penyiar adalah faktor penentu bagi sebuah stasiun Radio karena Image atau citra sebuah stasiun radio diciptakan dari karakter penyiarnya, berhasil tidaknya program suatu acara di sebuah stasiun radio, banyak tidaknya atensi pendengar dan iklan dari perusahaan-perusahaan sponsor yang masuk ke sebuah stasiun radio ditentukan dari kualitas dan cara siaran penyiarnya.



Siaran radio juga merupakan seni dalam berbicara atau art of talking di depan mikrofon. Dalam penyiaran dikenal dengan istilah teknik DJ (DJ's Technic) yaitu ketik penyiar harus memadukan lagu dan pembicaraan dalam program musik penyiar adalah mengisi link antar lagu yang diputar. Untuk mengisi link antar lagu tersebut dapat dengan cara obloran singkat, membacakan sms yang masuk, menerima telephone atau berbicara dengan pendengar, memutar iklan, dan menyampaikan informasi. 
Posting your vocal adalah seni berbicara saat lagu sudah diputar, selama intro lagu hingga lagu mulai terdengar

Kaidah dalam Siaran
  • Talk To Person, berbicara dengan seorang pendengar. Sebagai penyiar harus dapar membayangkan sedang berbicara dengan seseorang yang duduk di hadapan kita
  • Smile, Tersenyum merupakan hal yang penting. Meskipun penyiar tidak bisa melihat orang yang mendengar radio, tetapi suara kita akan terdengar apabila kita tersenyum atau tidak. Dengan senyum juga akan menambah rasa percaya diri saat melakukan penyiaran.
  • Ad Libitum, yaitu dengan berbicara santai, tanpa beban, tanpa tekanan, sesuai selera dan tanpa naskah. biasanya dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, mencatat poin - poin enting saja yang akan dibicarakan, penyiar harus memiliki wawasan yang luas, menguasai informasi, menguasai istilah - istilah, menguasai identitas radio serta menghindari kata - kata SARA.
  • Script Reading, yaitu membaca naskah siaran (script) yang disusun sendiri atau bantuan penulis naskah (script writer)
  • Spoken Reading, dilakukan dengan memahami isi naskah secara keseluruhan, menggunakan tanda - tanda khusus untuk membaca, melatih berbicara seakan sedang mengobrol biasa, menggunakan gerakan tubuh atau gesture, berlatih intonasi, aksentuasi, artikuasi dan speed serta harus dapat membayangkan lawan bicara seakan - akan berada di depan kita.
  • Song Played atau daftar lagu yang tersedia untuk diputar dan sesuai dengan tema
  • Artist, cari tahu informasi terbaru mengenai artis yang menyanyikan lagu tersebut
  • Current Affairs, penyiar harus mengikuti berita - berita teraktual (lokal, nasional, ataupun internasional)
  • Prepare in Advance, jangan menyepelekan persiapan dan latihan
  • Latihan sebelum mengudara akan menambah rasa percaya diri untuk meminimalisir kesalahan
Teknik Siaran

Apa Saja Yang Harus Dipersiapkan Saat Akan Melakukan Siaran?
Berbicaralah dengan pendengar seakan - akan mengobrol dengan teman baik, caranya adalah sebagai berikut:
  • Natural voice, buat suara yang alamiah dan tidak dibuat - buat
  • Ceria atau kelincahan ketika berbicara sehingga dinamis dan penuh semangat
  • suara diafragma, yaitu suara yang dikeluarkan antara rongga dada dan rongga perut, perut bebas tekanan, duduk tegak, dan rileks tidak tegang
  • Conversational, yaitu berbicara dengan gaya ngobrol bukan pidato, gunakan tutur bahasa percakapan sehari - hari yang sopan
  • Senyum, karena senyum dapat membuat kebahagiaan bukan untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain disekitarnya
  • Mengatur Napas, agar rileks dan lebih konsentrasi dalam membawakan siaran
  • Mental Image, siapkan diri kita untuk mendapatkan julukan dan presepsi yang berbeda - beda pada setiap pendengar
  • Konsentrasi, sangat penting untuk meningkatkan konsentrasi agar meminimalisir kesalahan - kesalahan dalam melakukan siaran radio.



 source: 
  1. id.wikipedia.org
  2. https://fauzuladkhaf.wordpress.com/2015/02/25/fungsi-radio-dan-televisi-sebagai-media-massa/ 
  3. http://rizqiahadian.blogspot.co.id/2009/11/panduan-dasar-penyiar-radio.html

Selasa, 13 Juni 2017

Karakteristik Media Komunikasi

Sebelum kita membahas karakteristik media komunikasi, kalian harus tahu dan mengerti terlebih dahulu arti dari komunikasi Klik Disini untuk melihat postingan sebelumnya yang membahas materi komunikasi :)
Setiap media yang digunakan untuk komunikasi memiliki karakteristik yang berbeda beda. baik media koran, radio, televisi, dll. Dalam artikel ini akan dibahas satu persatu setiap karakteristik media yang digunakan sebagai kominukasi.

Karakteristik Media Komunikasi Secara Umum
1. Publisitas. Disebarluaskan kepada publik, khalayak, atau orang banyak.
2.Universalitas. Pesannya bersifat umum, tentang segala aspek kehidupan dan semua peristiwa di berbagai tempat, juga menyangkut kepentingan umum karena sasaran dan pendengarnya orang banyak (masyarakat umum).
3. Periodisitas. Tetap atau berkala, misalnya harian atau mingguan, atau siaran sekian jam per hari.
4. Kontinuitas. Berkesinambungan atau terus-menerus sesuai dengan priode mengudara atau jadwal terbit.
5. Aktualitas. Berisi hal-hal baru, seperti informasi atau laporan peristiwa terbaru, tips baru, dan sebagainya. Aktualitas juga berarti kecepatan penyampaian informasi kepada publik.

Jenis Media Massa
Ada banyak jenis media yang dapat digunakan sebagai alat berkomunikasi. baik dari segi visual ataupun verbal. Untuk berkomunikasi dengan media masa dibutuhkan keahlian atau keterampilan (skills) yang harus dimiliki antara lain yaitu menulis (writing skill), jurnalistik, broadcasting/announcing skills, editing, bahasa jurnalistik (bahasa media), dan editing foto, audio, dan video.
Jenis - jenis media massa yang dapat digunakan sebagai media komunikasi adalah:

1.  Media Cetak

Media cetak adalah suatu alat yang digunakan sebagai perantara untuk menginformasikan suatu hal atau masalah kepada masyarakat dalam bentuk cetak. contoh dari media cetak adalah:

1. Koran

Koran adalah media cetak yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan percetakan. Koran biasanya ditampilkan dengan desain yang simple, berlatar warna hitam putih, walaupun tetap ada penyisipan gambar dan warna warna lainnya, namun mayoritas warna koran adalah hitam putih. Dalam koran terdapat rubik yang dibagi - bagi tiap divisinya. Pada halaman depan sebuah koran akan memuat berita atau informasi yang menjadi Headline atau topik utama yang sedang booming dan banyak diperguncingkan oleh masyarakat banyak. lalu pada halaman berikutnya akan dibagi dengan topik yang berbeda dan terbagi. Seperti rubik yang membahas berita tentang Bisnis, Ekonomi, Olahraga, hingga Informasi Umum, dan rubik yang lainnya. Periodik penerbitan koran bermacam - macam. ada yang membuat koran untuk diterbitkan per hari, ada pula yang diterbitkan per minggu dan bulanan. Mampu menyajikan berita - berita dan gagasan tentang perkembangan masyarakat pada umumnya.
Fungsi dari surat kabar adalah sebagai kampanye proyek - proyek yang bersifat kemsayrakatan yang sangat diperlukan untuk membantu kondisi - kondisi tertentu. Sebagai hiburan seperti komik, kartun, cerpen, dll. Surat kabar juga untuk melayani pembaca sebagai konselor yang ramah, menjadi agen informasi, dan memperjuangkan hak haknya.

2. Majalah

Majalah adalah sebuah media publikasi atau terbitan secara berkala yang memuat artikel-artikel dari berbagai penulis. Selain memuat artikel, Majalah juga merupakan publikasi yang berisi cerita pendek, gambar, review, ilustrasi atau fitur lainnya yang mewarnai isi dari majalah. Majalah juga terbagi menjadi beberapa jenis dengan topik yang berbeda. Ada majalah edisi kecantikan, majalah otomotif, majalah tentang film, dll.

3.Stiker

Stiker adalah sebuah media komunikasi yang berfungsi menyampaikan pesan singkat yang mudah dimengerti dan mudah diingat. Stiker yang bagus hendaknya mudah diingat dari segi bentuk dan visual grafisnya. Karakteristik stiker yang baik selain berisi pesan singkat juga terdapat identitas yang mengeluarkan stiker tersebut, serta ilustrasi pendukung dari pesan yang diangkat dari tema stiker tersebut.

4. Spanduk

Spanduk adalah suatu kain rentang yang isinya propaganda, slogan ataupun berita yang perlu diketahui oleh umum. Atau spanduk yaitu kain membentang yang biasanya berada di tepi jalan yang berisi text, berwarna serta bergambar. Spanduk sebagai suatu media informasi, bisanya dibuat dengan menggunakan cat, sablon (screen printing) atau dengan cara cat mesin. Karakteristik spanduk adalah mengusung pesan singkat yang mudah diingat oleh pembaca, disertai ilustrasi pendukung serta desain yang menarik perhatian banyak orang. Spanduk memiliki tujuan untuk menyampaikan pesan yang biasanya berupa informasi atau peringatan bagi pembacanya.

Dan masih banyak lagi contoh media cetak yang lainnya. Media cetak memiliki pengaruh yang besar bagi msyarakat luas. peran media cetak yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari - hari menjadikannya media efektif dalam menyampaikan pesan. Namun, peran media cetak dalam menyampaikan informasi juga dapat berpengaruh postif dan negatif. Dampak Positifnya ialah:

  • Menambah pengetahuan dan wawasan
  • Mengetahui dunia global
  • Bisa mempelajari hal - hal yang belum diketahui
  • Meningkatkan suatu karya
Namun, dibalik dampak positif yang dapat diambil dari media cetak, ada pula beberapa dampak negatif yang bisa timbul, yaitu diantaranya:
  • Tidak semua umur dapat membaca media cetak (khususnya anak anak karena di media cetak terdapat suatu kolom yang tida pantas di baca jika belum cukup umur)
2. Media Elektronik
Media elektronik adalah suatu alat digunakan sebagai perantara untuk menginformasikan suatu hal atau masalah kepada masyarakat dalam bentuk elektronik. Media elektronik dapat berbentuk analog maupun digital. Beberapa contoh media elektronik adalah:

1. Televisi

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Televisi memiliki karakter berupa  audio visual yang mampu menarik perhatian masyarakat. Keberadaan televisi saat ini banyak dimiliki oleh masyarakat, sehingga penyebaran informasi lewat media televisi sangat efektif. komunikasi pada media televisi terjadi satu arah. Rubik yang disajikan pada televisi lebi beragam dan banyak channel yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Dari mulai channel yang menayangkan tentang hiburan, berita dan informasi, film, dll.
Setiap visualisasi yang disajikan oleh televisi memiliki makna dan arti tersendiri bergantung pada tujuan dan sasaran dari informasi tersebut. Pengoperasional televisi lebih kompleks, melibatkan banyak peralatan. Informasi yang disebarkan melalui televisi akan serempak juga sama diterimak oleh masyarakat dari daerah yang berbeda dalam kawasan yang terjangkau oleh sinyal televisi.

2. Radio
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Keberadaan radio kini banyak terdapat di handphone dan gedget lainnya, sehingga efektiv dalam penyampaian informasi dan berita lewat radio. Walaupun penggunaan radio tidak sebanyak penggunaan televisi dikarenakan radio hanya memberikan informasi dalam bentuk audio. Dengan radio, penyiar radio menyapa dengan hangat kepada pendengar secara personal dan akan terjadi komunikasi dua arah dimana terdapat feedback dari pendengar. Radio juga mudah didengarkan dimana - mana dan biaya operasionalnya yang murah.

Sama halnya dengan media cetak, media elektronik juga memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya adalah:

  • Dapat lebih mudah mencari informasi
  • Bisa dibawa kemana - mana, lebih mudah seperti handphone, notebook, dan gadget lainnya
  • Meningkatkan produktivitas dalam berkarya
Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan adalah:
  • Menjadi malas karena instan
  • Menggampangkan sesuatu hal
Masyarakat Indonesia saat ini lebih banyak menggunakan medi aelektronik daripada media cetak dikarenakan kebiasaan hidup masyarakat Indonesia mayoritas lebih memilih yang instan atau lebih mudah. Didukung dengan kecanggihan teknologi saat ini, media cetak juga sangat penting, karena bisa membahas suatu topik dengan sangat detail dan mendalam. Alangkah baiknya penggunaan media cetak dan media elektronik dimanfaatkan secara seimbang guna optimalisasi dalam mencari pengetahuan dan wawasan.

3. Media Cyber

Abad ini perkembangan teknologi komunikasi terus mengalami kemajuan yang sangat pesat. Disadari atau tidak, perkembangan teknologi komunikasi telah membawa kita ke arah kehidupan yang baru, yaitu era komunikasi yang praktis dan dinamis. Beberapa media sosial yang dapat digunakan dalam komunikasi di dunia maya adalah sebagai berikut:

1. Facebook

Facebook merupakan media sosial yang menggunakan internet sebagai sarana komunikasi dua arah. facebook efektif dalam menyebrluaskan informasi kepada khalayak umum dikarenakan ruang lingkupnya yang global. pertemanan dalam facebook tidak terbatas pada suatu daerah tetapi mendunia sehingga penybearan informasi dapat dilakukan juga untuk global.

2. Website
Website merupakan suatu wadah berupa situs di internet untuk menuliskan informasi biasanya dalam bentuk artikel. website tidak mengedepankan komunikasi dua arah, tetapi lebih informasi satu arah yag memberikan informasi kepada masyarakat. walaupun pada sebuah website tetap dapat menuliskan kolom komentar dan pendapat.

Masih banyak lagi media cyber yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi. seperti Instagram, Twitter, dll. Mayoritas funsgi nya tidak jauh berbeda yaitu menyebarluaskan informasi menggunakan media internet.
Cyber media merupakan bagian dari perkembangan teknologi komunikasi. Cyber media melahirhan banyak dampak dalam kehidupan manusia. Layaknya sebuah inovasi, dampak yang dilahirkan tentu akan memiliki dua sisi, yaitu sisi negative dan juga positif.
Dampak positif dari media cyber adalah sebagai berikut:
  • Mampu menghadirkan informasi - informasi yang up to date dan berkesinambungan
  • Dapat memberikan informasi atau berita yang konvensional dengan menggabungkan video, teks, dan gambar.
  • Mampu menjadikan masyarakat sebagai produsen sekaligus konsumen dari informasi
Sedangkan dampak negatif yang timbul dari media cyber adalah sebagai berikut:
  • Lahirnya cyber crime (kejahatan di dunia maya)
  • Masyarakat terbelenggu dengan perkembangan teknologi di dunia maya, dan sering melupakan kewajibannya di dunia nyata.
Dari sekian banyak media masa yang dapat digunakan sebagai penyampaian informasi, setiap jenisnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing. Gunakan sesuai kebutuhan dan tujuan atau target yang diinginkan dalam penyampaian informasi.

Saran dan kritikan mengenai artikel diatas akan sangat membantu sebagai bahan untuk evaluasi :) Terimakasih .

A

Rabu, 10 Mei 2017

Desain Stiker Kampanye Keselamatan

Sebagai taruna Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan yang bergerak di bidang keselamatan berkendara, tidak hanya teori yang diperlukan untuk menjadi soerang ahli dalam bidang keselamatan berkendara, kita juga dituntut untuk dapat menyuarakan ajakan - ajakan kepada masyarakat untuk mau menumbuhkan kesadaran tertib lalu lintas dalam berkendara.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyuarakan aksi keselamatan jalan yaitu dengan kampanye keselamatan. Kampanye yang paling sederhana dapat dimulai dari hal - hal kecil seperti membagikan brosur atau stiker mengenai keselamatan jalan sebagai media informasi kepada masyarakat yang sifatnya memberitahu dan menegur untuk menaati peraturan lalu lintas.

Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kampanye dengan menggunakan media stiker sebagai informasi singkat kepada masyarakat mengenai keselamatan jalan.

Stiker adalah sebuah media komunikasi yang berfungsi menyampaikan pesan singkat yang mudah dimengerti dan mudah diingat. Stiker yang bagus hendaknya mudah diingat dari segi bentuk dan visual grafisnya,
Berikut adalah desain stiker yang telah kami buat:


Pesan yang terkandung dalam stiker tersebut ialah untuk memperingati atau menegur pengguna jalan untuk lebih berhati - hati dalam berkendara dengan mengutakaman faktor keselamatan. Yang di bahas dalam stiker ini adalah mengenai kecepatan kendaraan yang harus dikontrol oleh pengemudi.
" BIAR LAMBAT ASAL SELAMAT "
Salah satu faktor manusia yang menyebabkan kecelakaan adalah mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi. Lebih baik bersabar dengan berkendara sesuai kecepatan yang diberlakukan daripada melaju kencang dengan resiko kecelakaan yang lebih besar.
Aturan batas kecepatan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 111/2015. Permenhub ini dengan jelas mengatur batas kecepatan berkendaraan dalam berbagai kondisi.
Bukan hanya itu, Kemenhub juga menentukan sanksi bagi para pelanggar, sesuai UU No. 22/2009 Pasal 287 Ayat 5, yaitu pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan, atau denda paling banyak Rp500 ribu.
Sesuai Permenhub ini, batas kecepatan di jalan tol luar kota, dan jalan tol dalam kota, bahkan di permukiman punya aturan berbeda. Selengkapnya, Pasal 3 Permenhub menyatakan, batas kecepatan di jalan bebas hambatan dalam kondisi arus bebas paling rendah 60 km/jam, dan paling tinggi 100 km/jam.
Untuk jalan antarkota, batas paling tinggi adalah 80 km/jam. Sementara di kawasan perkotaan, batas kecepatan paling tinggi 50 km/jam, tetapi di kawasan permukiman batas paling tinggi hanya 30 km/jam.
Jalan bebas hambatan (jalan tol) yang dimaksud dalam peraturan ini adalah jalan arteri primer dan kolektor primer. Jalan arteri primer, salah satu cirinya adalah memiliki lebar daerah manfaat jalan minimal 11 meter. Jalan kolektor primer, biasanya memiliki lebar badan jalan tidak kurang dari 7 meter.
Sedangkan jalan antarkota di antaranya jalan nasional, yaitu yang menghubungkan antar-ibukota provinsi; dan jalan provinsi, yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antar-ibukota kabupaten/kota.
Adapun yang dimaksud jalan perkotaan, termasuk jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten/kota. Terakhir, jalan permukiman, yaitu jalan lokal sekunder sebagai bagian dari jalan kota dan kabupaten.
Tujuan
Adapaun tujuan dari desain stiker yang kami buat adalah agar masyarakat dapat mengendalikan kecepatan berkendara di jalan raya serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan.

Sasaran
Sasaran utama subjek yang diharapkan dapat menyerap informasi dari desain stiker yang kami buat adalah para pengemudi kendaraan baik kendaraan roda dua maupun roda empat, serta semua pengguna jalan lainnya

Penempatan Stiker
Beberapa tempat dapat dijadikan sebagai perantara agar media stiker ini bisa dengan mudah terlihat oleh pengguna jalan dan orang - orang disekitarnya, penempatan stiker ini dapat diletakkan di beberapa tempatt, seperti:
1. Bagian belakang sepeda motor
2. Bagian depan sepeda motor
3. Bagian belakang (kaca belakang) mobil
4. Bagian belakang helm sepeda motor
5. dll

Desain Stiker
Bagaimana proses kami dalam memilih suatu desain stiker? berikut penjelasan yang manjadi landasan kami dalam mendesain sebuah stiker:
  • Ukuran stiker yaitu 10 x 6 centimeter. Ukuran ini dinilai sedang (tidak terlalu kecil dan tidak terlaalu besar) untuk dapat ditempatkan di kendaraan atau helm.
  • Dicetak dengan bahan vinyl atau sebuah plastik lentur. Dengan menggunakanbahan stiker vinyl ini maka daya tahan jenis stiker akan sangat baik karena lebih tahan dengan air dan juga cuaca.
  • Pemilihan warna kuning sebagai latar stiker ini dikarenakan warna kuning adalah warna yang terang sehingga dapat dengan mudah menarik perhatian pengguna jalan
  • Huruf pada desain stiker ditulis besar dengan warna hitam dikarenakan agar kontras dengan warna latar kuning sehingga mempermudah pesan untuk dibaca secara singkat dan jelas
  • Terdapat logo PKTJ di bagian bawah kiri sebagai identitas instansi pembuat stiker
  • Pemilihan kalimat dalam desain tersebut dikemas secara sederhana dengan singkat agar mudah diingat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari - hari.
  • Terdapat lambang rambu peringatan di kedua sisi bagian kanan dan kiri atas. Sebagai penanda bahwa stiker tersebut juga termasuk dalam peringatan untuk lebih berhati - hati dalam berkendara.

Berikut tadi telah kami jelaskan dan paparkan mengenai desainstiker kampanye keselamatan yang kami buat sebagai salah satu tugas dalam mata kuliah Media Komunikasi Publik dengan dosen yaitu Ibu Tri Susilo Hidayati (klik untuk melihat akun facebook beliau)

Saran serta kritik yang membangun sangat kami harapkan agar kedepannya kami dapat lebih baik dalam membuat sebuah desain kampanya keselamatan.

Minggu, 07 Mei 2017

Sosialisasi Keselamatan Berkendara & SIM di SMAN 5 Kota Tegal

Sebagai taruna PKTJ yang bergerak di bidang keselamatan jalan, kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang taruna adalah kemampuan dalam bersosialisasi atau berkampanye kepada masyarakat dalam menggalakan keselamatan dalam berkendara. Kali ini saya akan membahas mengenai proses sosialisasi yang telah dilakukan oleh taruna taruni PKTJ jurusan DIV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan (MKTJ) beserta isi materi dari sosialisasi yang telah dilakukan.

Sebenernya Apa sih Sosialisasi itu?
Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.




Pada hari Kamis, 20 April 2017 Taruna dan Taruni PKTJ jurusan DIV MKTJ (Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan) melakukan sosialisasi kepada siswa - siswi SMA Negeri 5 Kota Tegal yang beralamat di Jalan Kali Kemiri II Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah. Sosialisasi dilaksanakan pada pagi hari pukul 08.00 WIB s/d pukul 10.00 WIB. Alhamdulillah sosialisasi dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Para siswa yang hadir dalam acara tersebut terlihat menikmati materi yang kami berikan. Pada saat siswa memasuki ruang serbaguna untuk mengikuti kegiatan sosialisasi, para siswa diberikan cinderamata oleh pihak PKTJ berupa tas sekolah dengan lambang tulisa PKTJ. hal ini merupaka strategi yang sangat komunikatif untuk mempromosikan kampus PKTJ kepada khalayak umum dan masyarakat. Dengan pemberian cinderamata juga memberikan kesenagan bagi siswa siswi SMAN 5 Kota Tegal, sehingga memudahkan untuk menarik perhatian peserta saat sosialisasi.
Materi yang disampaikan dikemas secara singkat, cepat, namun tetap efektif. di sela - sela sosialisasi kami juga memberikan beberapa permainan kecil untuk mengasah konsentrasi dan memberikan hibu
Materi pokok yang di sampaikan pada sosialisasi kali ini adalah pembahasan mengenai keselamatan berkendara dan pentingnya kepemilikan SIM (Surat Ijin Mengemudi) oleh setiap pengendara kendaraan bermotor, hal sehubungan dengan target dari penerima sosialisasi kita adalah siswa - siswi SMA yang mayoritas berusia 15 - 18 tahun.



Tujuan dari diadakannya sosialisasi ini adalah Memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat, Mengembangkan kemampuan sesorang dalam berkomunikasi secara efektif, Mengembangkan fungsi-fungsi organik seseorang melalui introspeksi yang tepat, Menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan kepada seseorang yang mempunyai tugas pokok dalam masyarakat. 

Melihat fakta yang dilansirkan oleh WHO, mengatakan bahwa terdapat 1,24 juta kematian yang terjadi di jalan. Hal ini sangat miris melihat tingginya angka kematian yang disebabkan kecelakaan lalu lintas. Pada bulan Juni 2016 angka kecelakaan berjumlah 5612 orang dengan korban tertinggi berada di usia 15 - 19 tahun, dan lebih parahnya lagi hampir 58% korban yang mengalami kecelakaan tidak memiliki SIM.

Ketika kita berbicara tentang kecelakaan, kita juga harus tau Apa Sih Kecelakaan Itu?
Kecelakaan adalah suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka - sangka dan tidak disengaja yang melibatkan kendaraan yang sedang bergerak dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya, mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda.
Penyebab terjadinya kecelakaan dapat dikarenakan oleh tiga faktor. faktor tersebut ialah 
(Sumber: Penelitian Treat dkk (NHTSA*, 1977) )

1. Faktor Manusia
2. Faktor Kendaraan
3. Faktor Jalan dan Lingkungan

Berikut ini mrupakan grafik yang menunjukan jumlah serta jenis korban kecelakaan lalu lintas 
(Grafik kecelakaan berdasarkan jenis cidera dan umur korban)

Hampir semua kejadian kecelakaan didahului dengan adanya pelanggaran - pelanggaran di jalan raya, alasan pelanggaran itu terjadi diantaranya adalah:
1. Kesengajaan dari pengguna jalan itu sendiri, pura - pura tidak tahu.
2. Ketidaktahuan terhadap aturan - aturan yang berlaku
3. Tidak melihat ketentuan yang diberlakukan
Ketiga hal tersebut merupakan alasan yang kerap digunakan pleh para orang - orang yang melanggar ketertiban lalu lintas.

Faktor penyebab kecelakaan oleh pengemudi dikarenakan beberapa hal yaitu ketidak disiplinan pengguna jalan, emosional, kurangnya konsentrasi pengendara, tidak menghargai pengguna jalan lain, kuran berhati - hati, serta kurangnya pengalaman dalam mengemudi.
Seperti yang kita ketahui, kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan kerugian bagi diri kita sendiri dan orang lain yaitu kerugian harta benda hingga mengakibatkan korban jiwa. Adapun cara - cara yang dapat meminimalisir resiko kecelakaan adalah sebagai berikut:
1. Pastikan kondisi fisik yang prima saat akan berkendara
2. Taati peraturan lalu lintas
3. Patuhi rambu - rambu lalu linas serta marka jalan yang ada
4. Jangan berkendara ketika dalam keadaan mabuk atau tidak sadarkan diri
5. Selalu menggunakan perlengkapan keselamatan yang diwajibkan saat berkendara
6. Terampil dalam berkendara.

Untuk menjamin setiap pengendara memiliki kompetensi berkendara, maka perlu adanya lisensi yang dapat dipertanggung jawabkan. SIM (Surat Ijin Mengemudi) merupakan bukti bahwa seseorang memiliki kompetensi dan mampu dipercaya untuk dapat mengendarai kendaraan bermotor.

SIM Itu Apa Sih?

SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh POLRI kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Seseorang wajib memiliki SIM dikarenakan SIM adalah komponen wajin dari pengendaraan kendaraan bermotor, SIM juga digunakan sebagai bukti sahnya seseorang diperbolehkan mengemudi, sebagai legitimasi kompetensi pengemudi, sebagai identitas pengemudi, sebagai kontrol kompetensi pengemudi, dan sebagai forensik kepolisian.

Jenis SIM dibagi menjadi lime, yaitu:
SIM A = berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor (ranmor) dengan jumlah berat yang diperbolehkan paling tinggi 3.500 kilogram berupa:
a. mobil penumpang perseorangan.
b. mobil barang perseorangan.


SIM B I = berlaku untuk mengemudikan Ranmor dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram berupa:
a. Mobil bus perseorangan.
b. Mobil barang perseorangan.



SIM B II = SIM B II, berlaku untuk mengemudikan ranmor berupa
a. Kendaraan alat berat.
b. Kendaraan penarik.
c. Kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kilogram


SIM C = berlaku untuk mengemudikan sepeda motor yang terdiri dari,
a. SIM C untuk pengemudi sepeda motor dengan kisaran kapasitas silinder (cylinder capacity) paling tinggi 250 cc.


b. SIM C untuk pengemudi sepeda motor dengan kisaran kapasitas silinder (cylinder capacity) antara 250cc sampai dengan 750cc
c. SIM C untuk pengemudi sepeda motor dengan kisaran kapasitas silinder (cylinder capacity) di atas 750cc



SIM D =  berlaku untuk mengemudi ranmor khusus bagi penyandang cacat.

Gimana ya caranya kita mendapatkan SIM? berikut tata caranya:
1. Mengisi formulir permohonan yang telah disediakan disertai dengan foto kopi KTP, diserahkan kepada petugas loket pendaftaran.
2. Sesuai dengan nomor urut, kemudian akan dipanggil untuk mengikuti ujian teori.
3. Bila lulus dalam ujian teori, maka berhak untuk mengikuti ujian praktek sesuai dengan jenis SIM yang dikehendaki.
4. Apabila lulus dalam ujian praktek I dan II, maka pemohon akan dipanggil untuk produksi SIM (pemotretan).
5. Setelah pemotretan, pemohon menunggu diruang tunggu sesuai nomor urut, kemudian akan dipanggil untuk mengambil SIM yang dah selesai diproses.

Dalam proses pembuatan SIM, terdapat beberapa persyaratan. yaitu:
1. Batasan Usia, dalam membuat SIM batasan usianya adalah 
SIM A: 17 tahun
SIM B1: 20 tahun
SIM B2: 21 tahun
SIM C: 17 tahun
SIM D: 17 tahun

2. Syarat Administratif
  1. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Mengisi formulir permohonan
  3. Sehat jasmani dan rohani, berpenampilan rapi, dan bersepatu (tidak diperkenankan memakai sandal).
  4. Lulus ujian teori, ujian praktik, dan/atau ujian keterampilan melalui simulator.
KESIMPULAN
Setelah melaksanakan sosialisasi keselamatan, kami belajar banyak tidak hanya tentang materi keselamatan itu sendiri tetapi juga belajar bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar kepada masyarakat sebagai pelopor dan sebagai pembicara dalam suatu forum. 

Untuk melihat hasil laporan sosialisasi yang telah kami lakukan, Dokumen dapat diunduh DISINI 

Atau Klik Link Ini Untuk Melihat Artikel Dokumen pada halaman Blog ini






Daftar Pustaka:
  • http://www.artikelsiana.com/2014/10/pengertian-tujuan-fungsi-sosialisasi-contoh.html
  • http://internasional.kompas.com/read/2016/01/15/082500630/Mengenal.5.Jenis.SIM.yang.Ada.di.Indonesia

Senin, 10 April 2017

Perbedaan Komunikasi Publik, Komunikasi Interpersonal, dan Komunikasi Masa

Setiap hari kita secara sadar melakukan hubungan dengan sesama manusia. hubungan komunikasi tersebut terjadi terus menerus dan berkesinambungan. 

Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain

Terus, apa itu Komunikasi Interpesonal?

Komunikasi interpesonal mengharuskan pelaku untuk bertatap muka antara dua orang atau lebih dengan membawakan pesan verbal maupun non verbal sehingga masing-masing bisa memahami satu sama lain dan berinteraksi secara efektif.

Apa itu Komunikasi Publik?

Komunikasi publik adalah pertukaran pesan dengan sejumlah orang yang berada dalam sebuah organisasi atau yang di luar organisasi, secara tatap muka atau melalui media. Namun dalam bagian ini yang akan dibahas hanyalah tatap muka di antara organisasi dan lingkungan eksternalnya

Apa itu Komunikasi Masa?

Komunikasi Massa adalah bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (Media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumblah banyak, terpencar, sangat heterogen dan menimbulkan efek tertentu. Selain itu pesan yang disampaikan cenderung terbuka dan mencapai khalayak dengan serentak.


Hambatan Dalam Komunikasi
Di dalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi. Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver. Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunkasi tidak efektif yaitu :
1.    Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.
2.    Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.
3.    Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.
4.    Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
5.    Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.
6.    Poor choice of communication channels
Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.

7.    No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.

Tujuan Komunikasi 
Menurut Riant Nugroho (2004:72) tujuan komunikasi adalah menciptakan pemahaman bersama atau mengubah persepsi, bahkan perilaku. Sedangkan menurut Katz an Robert Kahn yang merupakan hal utama dari komunikasi adalah pertukaran informasi dan penyampaian makna suatu system social atau organisasi.
Inti dari tujuan kita melakukan komunikasi dalam keseharian adalah sebagau upaya untuk persamaan presepsi antara orang yang satu dengan yang lainnya, sehingga informasi dan pesan yang disampaikan diterima dan aktifitas sehari - hari dapat berjalan dengan baik.

Apa Itu Saluran Komunikasi ?
Perbedaan antara sumber dan saluran, sumber ialah seseorang atau lembaga yang menciptakan suatu pesan sedangkan saluran adalah alat dengan mana suatu pesan berpindah dari sumber kepada penerima. Analog untuk saluran adalah sebuah perahu yang membawa muatan (pesan) dari pelabuhan satu (sumber) ke pelabuhan lainnya (penerima). Adapun macam – macam saluran komunikasi adalah sebagai berikut:
1.      Saluran interpersonal dan media massa
2.      Saluran lokal dan saluran kosmopolit
Saluran interpersonal adalah saluran yang melibatkan pertemuan tatap muka (sumber dan penerima) antara dua orang atau lebih. Misalnya rapat atau pertemuan kelompok, percakapan langsung, pembicaraan dari mulut ke mulut, dsb.
Sedangkan saluran media massa adalah alat-alat penyampai pesan yang memungkinkan sumber mencapai suatu audiens dalam jumlah besar, yang dapat menembus batasan waktu dan ruang. Misalnya radio, televisi, film, surat kabar, buku, dsb.
Saluran anatar pribadi disebut saluran lokalit apabila kontak-kontak langsung itu sebatas daerah atau sistem sosial itu saja. Sedangkan saluran melalui media massa sudah pasti bersifat kosmopolit. Sebaliknya saluran media massa dapat dipastikan bersifat kosmopolit.

Masing-masing saluran memiliki karakteristik sendiri dalam meneruskan pesan komunikasi. Perbedaan penting antara saluran media massa dengan antar pribadi dapat digambarkan sebagai berikut:

NO
SIFAT SIFAT
SALURAN  ANTAR PRIBADI
SALURAN MEDIA MASA
1
Arus Pesan
Cenderung dua arah
Searah
2
Besarnya kemungkinan umpan balik
Tinggi
Rendah
3
Konteks komunikasi
Tatap muka
Berperantara
4
Kemampuan mengatasi seleksi luas
Tinggi, lambat
Rendah, cepat
5
Akibat yang mungkin terjadi
Pembentukan dan perubahan sikap
Perubahan pengetahuan


Setelah uraian diatas, saya akan memberikan sedikit contoh dari komunikasi yang sering kita lakukan sehari - hari dengan membedakan antara komunikasi interpersonal, komunikasi publik, dan komunikasi masa.

NO
KOMUNIKASI INTERPERSONAL
KOMUNIKASI PUBLIK
KOMUNIKASI MASA
1
Seseorang teman yang saling mengingatkan untuk menggunakan helm saat berkendara.
Kampanye keselamatan bagi siswa/siswi SMAN 6 Bogor untuk menggunakan helm saat berkendara.
Iklan komersial helm di televisi dengan demonstrasi penggunaan helm yang aman saat berkendara.
2
Seorang pedagang memberi tahu pembeli bahwa harga cabai naik 75%
Kumpulan ibu – ibu yang saling berbagi informasi mengenai harga cabai yang melonjak di pasar
Berita yang di bawakan stasiun televisi bahwa harga cabai melonjak naik
3
Pegawai dealer sepeda motor menawarkan produk terbaru kepada salah seorang konsumen yang datang ke dealer
Pegawai dealer sepeda motor membagian brosur di jalan mengenai promosi produk terbaru merk sepeda motor tertentu
Iklan komersial sepeda motor pada stasiun televisi adanya produk baru dari salah satu merk sepeda motor dengan mengunggulkan produk tersebut
Source:
1. http://roadsafetyknowledge.blogspot.co.id/2016/04/pertemuan-4-komunikasi-publik-dan-massa.html
2. https://amirlahjeni.wordpress.com/2012/03/30/tujuan-komunikasi/
3. https://riinezz.wordpress.com/2012/06/21/saluran-komunikasi/
4. https://www.slideshare.net/putiandinis/komunikasi-antar-pribadi-komunikasi-publik-komunikasi-massa